Senin, 05 Oktober 2015

Kepada Engkau Yang Masih Menjadi Rahasia

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 18.42 0 komentar
Kepada engkau yang masih menjadi rahasia,
padamu kutitipkan asa,
untuk merajut masa depan penuh bahagia.
Bahagia itu tak perlu banyak harta,
namun bagaimana caranya engkau mengenggam tanganku, bersama-sama menuju syurga.
Dan bagaimana caraku mengabdi padamu dengan selalu berusaha menjadi wanita shaliha.

Kepada engkau calon imam dunia akhiratku,
padamu Allah karuniakan bahu kokoh untuk menjadi tempatku bersandar.
Berjanjilah bahwa kelak engkau takkan lelah menghadapi segala keluh kesahku ketika rumah tangga kita sedang dirundung pilu.
Ingatkan,
Bangkitkan lagi semangatku,
agar tujuan kita mengejar JannahNya kembali menggebu.

Kepada engkau laki-laki yang belum pernah kutemui namun sangat kurindukan,
rindu tak terlahir karena pertemuan,
tidak pula sebab intensitas kebersamaan.
Tapi rindu ini karena rasa yang tumbuh dari dalam kalbu,
dan murni karena kemauan untuk menyempurnakan setengah agamaku,
mencari ridhaNya melalui pengabdian suci kepada dirimu dan buah hati kita kelak.

Kepada engkau yang sekarang inshaAllah sedang sibuk menjadi hamba terbaikNya,
Jangan pernah lelah untuk berdoa,
jangan pernah letih untuk meminta.
Mungkin saja tali takdir yang dulu diulurkan menjauh,
kini sudah dekat, bahkan sangat dekat.
Jaga dirimu,
Jaga ibadahmu,
Berbaktilah kepada kedua orangtuamu,
agar tali-tali takdir itu semakin nyata terlihat dan takkan diputuskan karena maksiat.

Duhai aku, bersabarlah..
Duhai engkau, bersabarlah..
Doa-doa kita sedang terbang jauh, menembus langit ke tujuh.
lalu bercampur baur dengan takdir,
menari-nari indah dengan lantunan asa dan harapan terbaik dari kita sebagai nada,
sedang menunggu antrian untuk dikabulkan satu per satu.

Percayalah,
akan datang satu kepingan masa terindah,
di mana kita saling menemukan,
bukan saling mencari dan dicari,

Yakinilah,
Cinta sejati itu ditumbuhkan keimanan, ketaatan dan kepatuhan untuk saling menjaga,
lalu tumbuh bersama, menua dan kembali berkumpul di JannahNya..

Aamiin allahumma aamiin..


Senin, 04 Mei 2015

Prologue

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 06.36 0 komentar
Hi, 2015.

Sedikit telat memang aku menyapa tahun baru ini. Bahkan mungkin bukan sedikit lagi, tapi sangat amat terlambat. Sudah lima bulan berjalan semenjak kembang api 2014  menghiasi langit pergantian tahun.

Yah, malam ini aku kembali menulis lagi, menulis untuk diriku sendiri. Bukan untuk siapa-siapa. Banyak hal yang terjadi di tahun 2014 kemarin, dan juga banyak hal baru yang terjadi di lima bulan ini. Sebenarnya aku ingin menuliskannya satu per satu, kata demi kata. Tapi aku rasa tidak akan cukup jika dituliskan di sini. he he he.

Intinya, aku menikmati setiap kisah, drama, dan cerita yang telah dituliskan Tuhan untukku.
Senang ataupun sedih, harus disyukuri bukan ?
Ohya, ada satu hal lagi, setiap aku menulis di blog, itu berarti aku juga sempat membuka akun facebook seseorang yang selalu aku perhatikan dalam diam.
Apa kabar kamu ?
Semoga senyumanmu di profile facebookmu, seindah hari-harimu di awal tahun ini.


Jumat, 14 November 2014

Barangkali Cinta

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 00.34 3 komentar

Barangkali cinta… jika darahku mendesirkan gelombang yang tertangkap oleh darahmu dan engkau beriak karenanya. Darahku dan darahmu, terkunci dalam nadi yang berbeda, namun berpadu dalam badai yang sama. 

Barangkali cinta… jika napasmu merambatkan api yang menjalar ke paru-paruku dan aku terbakar karenanya. Napasmu dan napasku, bangkit dari rongga dada yang berbeda, namun lebur dalam bara yang satu. 

Barangkali cinta… jika ujung jemariku mengantar pesan yang menyebar ke seluruh sel kulitmu dan engkau memahamiku seketika. Kulitmu dan kulitku, membalut dua tubuh yang berbeda, namun berbagi bahasa yang serupa. 

Barangkali cinta… jika tatap matamu membuka pintu menuju jiwa dan aku dapati rumah yang kucari. Matamu dan mataku, tersimpan dalam kelopak yang terpisah, namun bertemu dalam setapak yang searah. 

Barangkali cinta… karena darahku, napasku, kulitku, dan tatap mataku, kehilangan semua makna dan gunanya jika tak ada engkau di seberang sana. 

Barangkali cinta… karena darahmu, napasmu, kulitmu, dan tatap matamu, kehilangan semua perjalanan dan tujuan jika tak ada aku di seberang sini. 

Pastilah cinta… yang punya cukup daya, hasrat, kelihaian, kecerdasan, dan kebijaksanaan untuk menghadirkan engkau, aku, ruang, waktu, dan menjembatani semuanya demi memahami dirinya sendiri. 

A poem by Dee Lestari

Rabu, 05 November 2014

Nakushita Kotoba

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 03.10 0 komentar
I'm holding a drop of time in my hands.
I quietly grip the forgotten memories, the lost words.

When I recalled each event one by one, I thought I understood everything.
But the faded words were right by my side.

Nights when I can't find an answer, and a single drop of warmth, and my longing for something far away.
I'm spending my whole life just repeating those things over and over.

I want to grab all the things you love in my hand, never letting them cool down.
While we, as people, are unable to share that feeling.

The meaning your words release, an unquestionable love, a feeling that has no answers.
If only we could convery all that just by looking at each other.

I'll keep this love in my heart

I've lost you...

失くした言葉

Jumat, 31 Oktober 2014

Relativitas Keju

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 05.07 0 komentar
Suatu hari seorang laki-laki paruh baya pulang ke rumahnya, ia tampak sangat letih. Istrinya yang sudah menunggu di rumah pun bergegas membuka pintu untuk sang suami.

"Kau tampak sangat lelah wahai suamiku, makan lah keju ini.." ujar istrinya seraya menyodorkan sepotong keju itu kepada suaminya yang duduk selonjoran di teras rumah.

"Alhamdulillah, terimakasih istriku. Keju ini bagus untuk pencernaanku.." Laki-laki itu pun memakan keju pemberian istrinya dengan begitu lahap.

Keesokan harinya, seperti hari-hari biasa, laki-laki tersebut pulang ke rumah dengan wajah letih, ia pun bertanya kepada istrinya..

"Istriku, adakah keju untuk aku makan lagi hari ini ?"
"Tidak ada lagi keju hari ini suamiku, hari ini tidak apa-apa untuk di makan.." istirnya menjawab dengan lesu.
"Alhamdulillah, tidak apa-apa, lagi pula keju tidak baik untuk kesehatan gigiku." laki-laki itu tersenyum.

Istrinya pun kebingungan dengan jawaban suaminya, "Jadi mana lah yang betul kalau begitu, apakah keju baik untuk pencernaan tapi merusak gigi, apa maksudmu duhai suamiku..?"

"Itu tergantung.." sambut laki-laki itu "tergantung apakah kejunya ada atau tidak"

Jumat, 24 Oktober 2014

Untuk Wanita Muslimah

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 04.26 0 komentar
Assalamualaykum wr.wb.

Alhamdulillah, hari ini tepat tanggal 1 Muharram 1436 H, tahun baru Islam. Bertepatan dengan tanggal ini pula saya sebagai seorang muslimah, ingin menulis sepatah dua kata untuk bermuhasabah diri di bulan yang mulia ini..


Wanita pasti banyak yang ingin terlihat cantik, karena pada hakikatnya wanita itu sendiri identik dengan kecantikan, maka dari itu banyak pula wanita yang rela mengeluarkan budget yang tidak sedikit untuk memenuhi hasratnya agar terlihat lebih cantik, "No Pain No Gain" (katanya)

Saya sendiri juga ingin selalu kelihatan cantik, walau cuma ingin aja sih, tanpa realisasi yang nyata (nggak pernah nyalon, jarang luluran, sering ngebolang pas siang bolong, hehehe). Dan, alhamdulillah saya dapat nasihat dari salah satu artikel yang pernah saya baca, bahwa cantik itu adalah relatif :) karena hal yang terpenting adalah kecantikan hati, daripada kecantikan jasmani, seorang bijak pernah berkata "rupa akan menua, keriput ditelan usia, tapi hati niscaya akan tetap muda bercahaya jika iman terus ditempa"

Nah, karena nasihat-nasihat itu jugalah saya mengerti bahwa benarlah, wanita sholehah adalah sebaik-baik perhiasan dunia. Jangan tertipu dengan apa yang tampak di mata, tapi lihatlah tulus ke dalam hatinya :)

Maka untuk menjadi cantik dalam pandangan Islam, hendaklah wanita muslimah itu berhias dengan;

- Jadikanlah "ghadul bashar (menundukkan pandangan) sebagai celak bagi kedua alis mata ukhti, insha Allah pandangan kita akan senantiasa jernih dan bening.

- Oleskanlah lipstik kejujuran dan kebenaran pada ulasan bibir, Insha Allah ukiran senyum ukhti akan bertambah manis dan dihargai sesama.

- Bedakkanlah wajah ukhti dengan bedak berasaskan malu dan keadaban, Insha Allah kesederhanaan lahiriah itu akan menyejukkan mata yang memandang

- Lumurilah sabun istighfar ke seluruh anggota badan, Insha Allah ia akan mengikis daki kotoran dosa dan kesalahan yang telah dilakukan.

- Rawatlah rambut ukhti dengan hijab islami, Insha Allah ia akan menyelimuti dan menjaga dari mangsa kerakusan insan yang terlepas tambatan keimanannya.

- Sarungkanlah kedua tangan ukhti dengan gelang sedekah, dan jari jemari ukhti dengan cincin ukhuwwah islamiyah, Insha Allah kelak akan ukhti temui warga sholihin yang nilainya melebihi gunung emas permata.

- Alunkanlah kemerduan dan kesyahduan suara ukhti dengan tilawatul Qur'an dan Dzikrullah. Insha Allah berkat kekhusyukan ukhti akan mengecap manisnya iman sebagaimana lidah merasakan manisnya makanan.

- Luruskanlah postur tubuh badan ukhti dengan ketulusan dalam menunaikan sholat dan ibadah kepada Allah Swt. Insha Allah takkan Dia sia-siakan keikhlasan dan keistiqomahan kita dalam mencari keridhoan-Nya.


جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا كَثِيْرًا وَجَزَاكُمُ اللهُ اَحْسَنَ الْجَزَاء

Senin, 06 Oktober 2014

Untitled

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 07.37 0 komentar
rindu itu dimulai dari sini:
detik pertama sejak pandangan mata berpisah.
tahu kah?
rindu tak harus karena berjarak, bersama duduk bersisian pun tetap merasa rindu. Seperti rindu yang tak pernah habis.
aku suka menumpuk rindu, di jendela-jendela, di lemari kaca, di laci-laci meja, bahkan rindu pun ada berjejal di saku-saku celana jeansku yang menua.
aku suka menyesakkan rindu ke dalam bantal berkain lusuh, sambil mendengar langkah hujan berlarian dengan sepatu bututnya.
aku suka menyelipkan rindu di rak-rak buku, di gantungan baju, bahkan di kotak sepatu. lihat di ranjang tua, rindu menghambur begitu saja.
aku suka menuliskan rindu di dinding kamar, di segala penjuru hingga berpijar.sesak tak berspasi dan menggambarnya hingga ke langit-langit kamar.
tetapi,
ketika sebuah kata rindu mulai sulit tersampaikan, maka kini aku hanya dapat menyimpan rindu di hati, sendirian.
ada saat ketika aku menumpuk rindu yang menggebu dan tak dapat disampaikan, lalu mereka akan bersesakkan di lemari kamar.
ada saat ketika aku menggenggam rindu setiap hari dan hanya dapat menyembunyikannya di saku kemeja ini.
ada saat ketika aku menuliskan rindu tanpa henti tetapi akhirnya tak terbaca karena air mata.
ada saat ketika aku menghilang, menepiskan rindu dari pandangan, berpura-pura tak merasakan.
dan aku suka bersembunyi dalam gelap, tak terlihat.
aku suka meringkuk di sudut sepi, sangat sunyi.
aku suka memudarkan diri: sendiri.
lalu rindu itu dimulai dari sini:
detik pertama setelah pesan terakhir terbaca.
seperti kata-kata yang berserakan ini, tak dapat dihentikan lagi.
seorang kawan pernah berkata “nyimpen kangen ke orang itu enak tau. kayak bunuh diri pelan-pelan.“ 
 

Aisyah K :) Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos