Jumat, 31 Oktober 2014

Relativitas Keju

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 05.07 0 komentar
Suatu hari seorang laki-laki paruh baya pulang ke rumahnya, ia tampak sangat letih. Istrinya yang sudah menunggu di rumah pun bergegas membuka pintu untuk sang suami.

"Kau tampak sangat lelah wahai suamiku, makan lah keju ini.." ujar istrinya seraya menyodorkan sepotong keju itu kepada suaminya yang duduk selonjoran di teras rumah.

"Alhamdulillah, terimakasih istriku. Keju ini bagus untuk pencernaanku.." Laki-laki itu pun memakan keju pemberian istrinya dengan begitu lahap.

Keesokan harinya, seperti hari-hari biasa, laki-laki tersebut pulang ke rumah dengan wajah letih, ia pun bertanya kepada istrinya..

"Istriku, adakah keju untuk aku makan lagi hari ini ?"
"Tidak ada lagi keju hari ini suamiku, hari ini tidak apa-apa untuk di makan.." istirnya menjawab dengan lesu.
"Alhamdulillah, tidak apa-apa, lagi pula keju tidak baik untuk kesehatan gigiku." laki-laki itu tersenyum.

Istrinya pun kebingungan dengan jawaban suaminya, "Jadi mana lah yang betul kalau begitu, apakah keju baik untuk pencernaan tapi merusak gigi, apa maksudmu duhai suamiku..?"

"Itu tergantung.." sambut laki-laki itu "tergantung apakah kejunya ada atau tidak"

Jumat, 24 Oktober 2014

Untuk Wanita Muslimah

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 04.26 0 komentar
Assalamualaykum wr.wb.

Alhamdulillah, hari ini tepat tanggal 1 Muharram 1436 H, tahun baru Islam. Bertepatan dengan tanggal ini pula saya sebagai seorang muslimah, ingin menulis sepatah dua kata untuk bermuhasabah diri di bulan yang mulia ini..


Wanita pasti banyak yang ingin terlihat cantik, karena pada hakikatnya wanita itu sendiri identik dengan kecantikan, maka dari itu banyak pula wanita yang rela mengeluarkan budget yang tidak sedikit untuk memenuhi hasratnya agar terlihat lebih cantik, "No Pain No Gain" (katanya)

Saya sendiri juga ingin selalu kelihatan cantik, walau cuma ingin aja sih, tanpa realisasi yang nyata (nggak pernah nyalon, jarang luluran, sering ngebolang pas siang bolong, hehehe). Dan, alhamdulillah saya dapat nasihat dari salah satu artikel yang pernah saya baca, bahwa cantik itu adalah relatif :) karena hal yang terpenting adalah kecantikan hati, daripada kecantikan jasmani, seorang bijak pernah berkata "rupa akan menua, keriput ditelan usia, tapi hati niscaya akan tetap muda bercahaya jika iman terus ditempa"

Nah, karena nasihat-nasihat itu jugalah saya mengerti bahwa benarlah, wanita sholehah adalah sebaik-baik perhiasan dunia. Jangan tertipu dengan apa yang tampak di mata, tapi lihatlah tulus ke dalam hatinya :)

Maka untuk menjadi cantik dalam pandangan Islam, hendaklah wanita muslimah itu berhias dengan;

- Jadikanlah "ghadul bashar (menundukkan pandangan) sebagai celak bagi kedua alis mata ukhti, insha Allah pandangan kita akan senantiasa jernih dan bening.

- Oleskanlah lipstik kejujuran dan kebenaran pada ulasan bibir, Insha Allah ukiran senyum ukhti akan bertambah manis dan dihargai sesama.

- Bedakkanlah wajah ukhti dengan bedak berasaskan malu dan keadaban, Insha Allah kesederhanaan lahiriah itu akan menyejukkan mata yang memandang

- Lumurilah sabun istighfar ke seluruh anggota badan, Insha Allah ia akan mengikis daki kotoran dosa dan kesalahan yang telah dilakukan.

- Rawatlah rambut ukhti dengan hijab islami, Insha Allah ia akan menyelimuti dan menjaga dari mangsa kerakusan insan yang terlepas tambatan keimanannya.

- Sarungkanlah kedua tangan ukhti dengan gelang sedekah, dan jari jemari ukhti dengan cincin ukhuwwah islamiyah, Insha Allah kelak akan ukhti temui warga sholihin yang nilainya melebihi gunung emas permata.

- Alunkanlah kemerduan dan kesyahduan suara ukhti dengan tilawatul Qur'an dan Dzikrullah. Insha Allah berkat kekhusyukan ukhti akan mengecap manisnya iman sebagaimana lidah merasakan manisnya makanan.

- Luruskanlah postur tubuh badan ukhti dengan ketulusan dalam menunaikan sholat dan ibadah kepada Allah Swt. Insha Allah takkan Dia sia-siakan keikhlasan dan keistiqomahan kita dalam mencari keridhoan-Nya.


جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا كَثِيْرًا وَجَزَاكُمُ اللهُ اَحْسَنَ الْجَزَاء

Senin, 06 Oktober 2014

Untitled

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 07.37 0 komentar
rindu itu dimulai dari sini:
detik pertama sejak pandangan mata berpisah.
tahu kah?
rindu tak harus karena berjarak, bersama duduk bersisian pun tetap merasa rindu. Seperti rindu yang tak pernah habis.
aku suka menumpuk rindu, di jendela-jendela, di lemari kaca, di laci-laci meja, bahkan rindu pun ada berjejal di saku-saku celana jeansku yang menua.
aku suka menyesakkan rindu ke dalam bantal berkain lusuh, sambil mendengar langkah hujan berlarian dengan sepatu bututnya.
aku suka menyelipkan rindu di rak-rak buku, di gantungan baju, bahkan di kotak sepatu. lihat di ranjang tua, rindu menghambur begitu saja.
aku suka menuliskan rindu di dinding kamar, di segala penjuru hingga berpijar.sesak tak berspasi dan menggambarnya hingga ke langit-langit kamar.
tetapi,
ketika sebuah kata rindu mulai sulit tersampaikan, maka kini aku hanya dapat menyimpan rindu di hati, sendirian.
ada saat ketika aku menumpuk rindu yang menggebu dan tak dapat disampaikan, lalu mereka akan bersesakkan di lemari kamar.
ada saat ketika aku menggenggam rindu setiap hari dan hanya dapat menyembunyikannya di saku kemeja ini.
ada saat ketika aku menuliskan rindu tanpa henti tetapi akhirnya tak terbaca karena air mata.
ada saat ketika aku menghilang, menepiskan rindu dari pandangan, berpura-pura tak merasakan.
dan aku suka bersembunyi dalam gelap, tak terlihat.
aku suka meringkuk di sudut sepi, sangat sunyi.
aku suka memudarkan diri: sendiri.
lalu rindu itu dimulai dari sini:
detik pertama setelah pesan terakhir terbaca.
seperti kata-kata yang berserakan ini, tak dapat dihentikan lagi.
seorang kawan pernah berkata “nyimpen kangen ke orang itu enak tau. kayak bunuh diri pelan-pelan.“ 

Sabtu, 04 Oktober 2014

GROWN UP

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 08.35 0 komentar
"You know you're getting old when you have already received so much wedding invitation from your friends" - Icha 22 tahun 


Almost been hiatus for 3 months, akhirnya ada waktu lagi buat menulis sesuatu di blog karena dapat ilham setelah menerima satu dari sekian banyak undangan nikah dari teman-teman malam ini. 
Huft, well teman-teman kecil udah pada mau get married aja, congratulations for you guys :')

But afterwards, I realize I'm not that teenager anymore. I'm already 22 yo. And I've just graduated and got my bachelor degree a weeks ago. Yap, Time flies, I grown up.

Padahal rasanya baru kemarin makan mie gemez, main tamagochi, main masak2an, terus nanya2 sama orangtua "kenapa sih bulan ngikutin kita terus..?" hihihi. Dan sekarang pertanyaan berubah deh jadi "kapan sih jodoh aku datang? kapan aku married? kapan punya baby yang lucu2?" *MULAI LEBAY*

Afterall, the main question is "apakah kita sudah menjadi pribadi yang dewasa?" Iya dewasa di sini tidak dilihat dari berapa tua umur kita, because age doesn't define our maturity. Menjadi tua itu pasti, tapi menajdi dewasa adalah sebuah pilihan.

Saya sendiri juga belum tau apakah saya sudah menjadi pribadi yang matang dan dewasa, tadi aja barusan di bbm teman katanya saya nggak usah sok2 dewasa gitu, huftt... Apalah daya kalau wajah masih imut-imut gini, hahaha. Pasti banyak yang nyangka saya masih anak SMA yah *ngarep* But trust me, I've always tried my best to be better, sudah nggak mau lagi gampang bete sama orang, berusaha lebih empati sama lingkungan sekitar, menjauhi dunia ke-GALAU-an, and I want to make my parents proud of me, and the most important thing is harus lebih belajar lagi soal Islam, dan bagaimana menjadi istiqomah dalam menjalankan semua kewajiban-kewajiban kita kepada Allah swt. Dan terus berdoa semoga berjodoh dengan pria sholeh, *AMIN* (APASIHHHH CHAAA?!!!)

Tapi apakah arti kedewasaan itu menurut kalian ? Bagi saya kedewasaan itu adalah kemauan untuk menerima tanggung jawab dan mengamanatkannya dengan baik serta berhati-hati bila berucap namun tangkas dalam mencerna pembicaraan. 

Baiklah, this is my random thougt. Gotta find some more attractive article to write. Stay Hungry and Stay Foolish :)

PS : Do something today that your future self will thanks for.
 

Aisyah K :) Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos