Rabu, 02 Juli 2014

Maaf, Ini Soal Hati..

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 10.20
Selamat larut malam,

Aku masih terjaga di dini hari ini. Mungkin karena efek Frappucinno Oreo yang aku teguk beberapa jam yang lalu selepas sholat tarawih tadi. Aku lupa, kalau Frappucinno itu ternyata nama lain dari salah satu jenis Kopi. Iya, intinya Kopi yang dibuat sedemikian rupa tapi tetap saja minuman bernama keren itu adalah segelas Kopi.

Bodoh yah, padahal aku sudah tau betul kalau lambungku ini sangat sensitif dengan semua hal bernama KOPI. Mengapa tetap saja aku meneguknya ? Jadilah aku di sini malam ini, dengan mata segar dan perut agak mual memikirkan tentang sebuah Pertemuan. Apakah pertemuan itu hanyalah sebuah kebetulan ?

Benar, aku sedang memikirkan tentang pertemuan kita :) dan aku selalu percaya bahwa pertemuan itu bukanlah sebuah kebetulan. Karena entah dengan keajaiban apa, Tuhan menyebabkan kita saling berkenalan. Aku akui, perkenalan kita pada awalnya biasa saja, aku malah menganggapmu pria iseng yang memang sering menebar pesona kepada banyak wanita. Namun, meskipun begitu aku tetap saja mau meladeni setiap chat yang kau kirim ke akun sosialku. Aku juga tidak mengerti kenapa, apa karena sebelumnya aku sudah merasakan ada getar yang berbeda saat pertama kali melihat kamu berdiri di ujung pintu kantor sore itu. Ah..entahlah.

Aku juga masih gamang dan tak tau arti tatapanmu setiap kali kau menatap mataku dan menceritakan semua kisah-kisahmu. Aku hanya berusaha mendengarkan dengan baik. Aku benar-benar tak tau hal ini dinamakan apa., kita memang berkenalan belum terlalu lama, namun rasanya aku selalu ingin di dekatmu juga berada di sampingmu.

Aku berjalan melalui hari tidak seperti biasanya setelah bertemu denganmu. Aku berubah menjadi seorang wanita yang selalu melihat ke layar handphone hanya untuk mencari keberadaan pesanmu di sana. Padahal sebelumnya memegang handphone saja aku malas. Oh, jangan bilang aku mulai menaruh rasa padamu. Secepat inikah ?

Dalam keadaan sering kehilangan kamu, aku selalu mempertanyakan apa yang Tuhan mau. Aku melihatmu sebagai sesosok pria seiman yang tangguh, dewasa, menyenangkan, humoris juga pendengar yang baik. Kamulah pria yang selama ini kehadirannya selalu kutunggu. 

Aku menatap matamu, kemudian aku menyadari betapa semua ini bisa saja berakhir jika kau bosan. Setiap kali melihat matamu, setiap kali mengingat perkenalan kita yang nampaknya hanya persinggahan buatmu, rasanya aku semakin merasa kecut. Aku ingin sekali menangis dan air mata ini belum tentu kau pahami.

Rasanya aku ingin memberhentikan pencarianku padamu. Rasanya aku ingin hubungan kita bisa lebih lama dari yang kubayangkan dan kutakutkan. Rasanya aku ingin berkata padamu, bahwa aku menunggumu tak lagi menjadikanku perlarian, aku menunggumu tak lagi menjadikanku tempat persinggahan. Aku menunggumu menjadikanku tujuan, menjadi tempat kau selalu pulang, menjadi peluk tempat kau meletakkan tangis. 

Untuk tuan sang pengembara, maukah kau mengenalkanku pada ibumu ?
Maukah kau kuperkenalkan pada ibuku ? 
Maukah kau berhenti menyembunyikanku dari sorotan mata dunia ?
Ku harap kau bukan sekedar Frappucinno yang ternyata segelas Kopi yang tak boleh kuteguk.

dari perempuan,
yang selalu mendengar ini darimu:
"Semangat Cha.."

0 komentar:

Posting Komentar

 

Aisyah K :) Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos