Jumat, 14 November 2014

Barangkali Cinta

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 00.34 3 komentar

Barangkali cinta… jika darahku mendesirkan gelombang yang tertangkap oleh darahmu dan engkau beriak karenanya. Darahku dan darahmu, terkunci dalam nadi yang berbeda, namun berpadu dalam badai yang sama. 

Barangkali cinta… jika napasmu merambatkan api yang menjalar ke paru-paruku dan aku terbakar karenanya. Napasmu dan napasku, bangkit dari rongga dada yang berbeda, namun lebur dalam bara yang satu. 

Barangkali cinta… jika ujung jemariku mengantar pesan yang menyebar ke seluruh sel kulitmu dan engkau memahamiku seketika. Kulitmu dan kulitku, membalut dua tubuh yang berbeda, namun berbagi bahasa yang serupa. 

Barangkali cinta… jika tatap matamu membuka pintu menuju jiwa dan aku dapati rumah yang kucari. Matamu dan mataku, tersimpan dalam kelopak yang terpisah, namun bertemu dalam setapak yang searah. 

Barangkali cinta… karena darahku, napasku, kulitku, dan tatap mataku, kehilangan semua makna dan gunanya jika tak ada engkau di seberang sana. 

Barangkali cinta… karena darahmu, napasmu, kulitmu, dan tatap matamu, kehilangan semua perjalanan dan tujuan jika tak ada aku di seberang sini. 

Pastilah cinta… yang punya cukup daya, hasrat, kelihaian, kecerdasan, dan kebijaksanaan untuk menghadirkan engkau, aku, ruang, waktu, dan menjembatani semuanya demi memahami dirinya sendiri. 

A poem by Dee Lestari

Rabu, 05 November 2014

Nakushita Kotoba

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 03.10 0 komentar
I'm holding a drop of time in my hands.
I quietly grip the forgotten memories, the lost words.

When I recalled each event one by one, I thought I understood everything.
But the faded words were right by my side.

Nights when I can't find an answer, and a single drop of warmth, and my longing for something far away.
I'm spending my whole life just repeating those things over and over.

I want to grab all the things you love in my hand, never letting them cool down.
While we, as people, are unable to share that feeling.

The meaning your words release, an unquestionable love, a feeling that has no answers.
If only we could convery all that just by looking at each other.

I'll keep this love in my heart

I've lost you...

失くした言葉

Jumat, 31 Oktober 2014

Relativitas Keju

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 05.07 0 komentar
Suatu hari seorang laki-laki paruh baya pulang ke rumahnya, ia tampak sangat letih. Istrinya yang sudah menunggu di rumah pun bergegas membuka pintu untuk sang suami.

"Kau tampak sangat lelah wahai suamiku, makan lah keju ini.." ujar istrinya seraya menyodorkan sepotong keju itu kepada suaminya yang duduk selonjoran di teras rumah.

"Alhamdulillah, terimakasih istriku. Keju ini bagus untuk pencernaanku.." Laki-laki itu pun memakan keju pemberian istrinya dengan begitu lahap.

Keesokan harinya, seperti hari-hari biasa, laki-laki tersebut pulang ke rumah dengan wajah letih, ia pun bertanya kepada istrinya..

"Istriku, adakah keju untuk aku makan lagi hari ini ?"
"Tidak ada lagi keju hari ini suamiku, hari ini tidak apa-apa untuk di makan.." istirnya menjawab dengan lesu.
"Alhamdulillah, tidak apa-apa, lagi pula keju tidak baik untuk kesehatan gigiku." laki-laki itu tersenyum.

Istrinya pun kebingungan dengan jawaban suaminya, "Jadi mana lah yang betul kalau begitu, apakah keju baik untuk pencernaan tapi merusak gigi, apa maksudmu duhai suamiku..?"

"Itu tergantung.." sambut laki-laki itu "tergantung apakah kejunya ada atau tidak"

Jumat, 24 Oktober 2014

Untuk Wanita Muslimah

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 04.26 0 komentar
Assalamualaykum wr.wb.

Alhamdulillah, hari ini tepat tanggal 1 Muharram 1436 H, tahun baru Islam. Bertepatan dengan tanggal ini pula saya sebagai seorang muslimah, ingin menulis sepatah dua kata untuk bermuhasabah diri di bulan yang mulia ini..


Wanita pasti banyak yang ingin terlihat cantik, karena pada hakikatnya wanita itu sendiri identik dengan kecantikan, maka dari itu banyak pula wanita yang rela mengeluarkan budget yang tidak sedikit untuk memenuhi hasratnya agar terlihat lebih cantik, "No Pain No Gain" (katanya)

Saya sendiri juga ingin selalu kelihatan cantik, walau cuma ingin aja sih, tanpa realisasi yang nyata (nggak pernah nyalon, jarang luluran, sering ngebolang pas siang bolong, hehehe). Dan, alhamdulillah saya dapat nasihat dari salah satu artikel yang pernah saya baca, bahwa cantik itu adalah relatif :) karena hal yang terpenting adalah kecantikan hati, daripada kecantikan jasmani, seorang bijak pernah berkata "rupa akan menua, keriput ditelan usia, tapi hati niscaya akan tetap muda bercahaya jika iman terus ditempa"

Nah, karena nasihat-nasihat itu jugalah saya mengerti bahwa benarlah, wanita sholehah adalah sebaik-baik perhiasan dunia. Jangan tertipu dengan apa yang tampak di mata, tapi lihatlah tulus ke dalam hatinya :)

Maka untuk menjadi cantik dalam pandangan Islam, hendaklah wanita muslimah itu berhias dengan;

- Jadikanlah "ghadul bashar (menundukkan pandangan) sebagai celak bagi kedua alis mata ukhti, insha Allah pandangan kita akan senantiasa jernih dan bening.

- Oleskanlah lipstik kejujuran dan kebenaran pada ulasan bibir, Insha Allah ukiran senyum ukhti akan bertambah manis dan dihargai sesama.

- Bedakkanlah wajah ukhti dengan bedak berasaskan malu dan keadaban, Insha Allah kesederhanaan lahiriah itu akan menyejukkan mata yang memandang

- Lumurilah sabun istighfar ke seluruh anggota badan, Insha Allah ia akan mengikis daki kotoran dosa dan kesalahan yang telah dilakukan.

- Rawatlah rambut ukhti dengan hijab islami, Insha Allah ia akan menyelimuti dan menjaga dari mangsa kerakusan insan yang terlepas tambatan keimanannya.

- Sarungkanlah kedua tangan ukhti dengan gelang sedekah, dan jari jemari ukhti dengan cincin ukhuwwah islamiyah, Insha Allah kelak akan ukhti temui warga sholihin yang nilainya melebihi gunung emas permata.

- Alunkanlah kemerduan dan kesyahduan suara ukhti dengan tilawatul Qur'an dan Dzikrullah. Insha Allah berkat kekhusyukan ukhti akan mengecap manisnya iman sebagaimana lidah merasakan manisnya makanan.

- Luruskanlah postur tubuh badan ukhti dengan ketulusan dalam menunaikan sholat dan ibadah kepada Allah Swt. Insha Allah takkan Dia sia-siakan keikhlasan dan keistiqomahan kita dalam mencari keridhoan-Nya.


جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا كَثِيْرًا وَجَزَاكُمُ اللهُ اَحْسَنَ الْجَزَاء

Senin, 06 Oktober 2014

Untitled

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 07.37 0 komentar
rindu itu dimulai dari sini:
detik pertama sejak pandangan mata berpisah.
tahu kah?
rindu tak harus karena berjarak, bersama duduk bersisian pun tetap merasa rindu. Seperti rindu yang tak pernah habis.
aku suka menumpuk rindu, di jendela-jendela, di lemari kaca, di laci-laci meja, bahkan rindu pun ada berjejal di saku-saku celana jeansku yang menua.
aku suka menyesakkan rindu ke dalam bantal berkain lusuh, sambil mendengar langkah hujan berlarian dengan sepatu bututnya.
aku suka menyelipkan rindu di rak-rak buku, di gantungan baju, bahkan di kotak sepatu. lihat di ranjang tua, rindu menghambur begitu saja.
aku suka menuliskan rindu di dinding kamar, di segala penjuru hingga berpijar.sesak tak berspasi dan menggambarnya hingga ke langit-langit kamar.
tetapi,
ketika sebuah kata rindu mulai sulit tersampaikan, maka kini aku hanya dapat menyimpan rindu di hati, sendirian.
ada saat ketika aku menumpuk rindu yang menggebu dan tak dapat disampaikan, lalu mereka akan bersesakkan di lemari kamar.
ada saat ketika aku menggenggam rindu setiap hari dan hanya dapat menyembunyikannya di saku kemeja ini.
ada saat ketika aku menuliskan rindu tanpa henti tetapi akhirnya tak terbaca karena air mata.
ada saat ketika aku menghilang, menepiskan rindu dari pandangan, berpura-pura tak merasakan.
dan aku suka bersembunyi dalam gelap, tak terlihat.
aku suka meringkuk di sudut sepi, sangat sunyi.
aku suka memudarkan diri: sendiri.
lalu rindu itu dimulai dari sini:
detik pertama setelah pesan terakhir terbaca.
seperti kata-kata yang berserakan ini, tak dapat dihentikan lagi.
seorang kawan pernah berkata “nyimpen kangen ke orang itu enak tau. kayak bunuh diri pelan-pelan.“ 

Sabtu, 04 Oktober 2014

GROWN UP

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 08.35 0 komentar
"You know you're getting old when you have already received so much wedding invitation from your friends" - Icha 22 tahun 


Almost been hiatus for 3 months, akhirnya ada waktu lagi buat menulis sesuatu di blog karena dapat ilham setelah menerima satu dari sekian banyak undangan nikah dari teman-teman malam ini. 
Huft, well teman-teman kecil udah pada mau get married aja, congratulations for you guys :')

But afterwards, I realize I'm not that teenager anymore. I'm already 22 yo. And I've just graduated and got my bachelor degree a weeks ago. Yap, Time flies, I grown up.

Padahal rasanya baru kemarin makan mie gemez, main tamagochi, main masak2an, terus nanya2 sama orangtua "kenapa sih bulan ngikutin kita terus..?" hihihi. Dan sekarang pertanyaan berubah deh jadi "kapan sih jodoh aku datang? kapan aku married? kapan punya baby yang lucu2?" *MULAI LEBAY*

Afterall, the main question is "apakah kita sudah menjadi pribadi yang dewasa?" Iya dewasa di sini tidak dilihat dari berapa tua umur kita, because age doesn't define our maturity. Menjadi tua itu pasti, tapi menajdi dewasa adalah sebuah pilihan.

Saya sendiri juga belum tau apakah saya sudah menjadi pribadi yang matang dan dewasa, tadi aja barusan di bbm teman katanya saya nggak usah sok2 dewasa gitu, huftt... Apalah daya kalau wajah masih imut-imut gini, hahaha. Pasti banyak yang nyangka saya masih anak SMA yah *ngarep* But trust me, I've always tried my best to be better, sudah nggak mau lagi gampang bete sama orang, berusaha lebih empati sama lingkungan sekitar, menjauhi dunia ke-GALAU-an, and I want to make my parents proud of me, and the most important thing is harus lebih belajar lagi soal Islam, dan bagaimana menjadi istiqomah dalam menjalankan semua kewajiban-kewajiban kita kepada Allah swt. Dan terus berdoa semoga berjodoh dengan pria sholeh, *AMIN* (APASIHHHH CHAAA?!!!)

Tapi apakah arti kedewasaan itu menurut kalian ? Bagi saya kedewasaan itu adalah kemauan untuk menerima tanggung jawab dan mengamanatkannya dengan baik serta berhati-hati bila berucap namun tangkas dalam mencerna pembicaraan. 

Baiklah, this is my random thougt. Gotta find some more attractive article to write. Stay Hungry and Stay Foolish :)

PS : Do something today that your future self will thanks for.

Jumat, 11 Juli 2014

Jalan Tuhan

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 23.57 0 komentar
Ketika yang ku genggam pun akhirnya menghilang,
Sudah pasti Tuhan tak berkenan...
Dan ketika yang ada kini datang lantas bertahan..
Sudah pasti Tuhan menginginkan.

- inspirasi selepas ba'da Dzuhur
Bontang, 12 July 2014

Untuk Istriku Yang Bermasjid Di Gereja

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 04.33 0 komentar
Kamu tentu tau aku mencintaimu
Hingga aku harus melawan semua norma yang ada..
Hingga aku harus menutup telinga dari setiap cercaan dan makian.

Kamu tentu mengerti banyaknya masalah yang harus kuselami.
Hanya untuk bersatu dengan dirimu sayang..
Untuk bisa merengkuh setiap jengkal pelukmu.

Kamu pasti memaklumi, kalau aku mencintaimu..
Walau tasbihku berbeda dengan kalung salibmu.
Walau kitab bacaanku berbeda dengan kitab bacaanmu.
Salahkah perbedaan itu sayang ?

Aku mencicipi segala yang haram,
Segala yang katanya hina.
Segala yang berkhianat.
Hanya untuk sampai pada pelukmu..

Dosakah kita jika hanya ingin memperjuangkan cinta ?
Patutkah cinta kita dibela, jika semua orang berkata ini hina ?

Ceritakan pada mereka sayang, bahwa kita bahagia.
Katakan pada mereka sayang, bibir kita tidak berdusta.
Ceritakan pada mereka tentang kebahagian kita.

Untuk Istriku Yang Bermasjid Di Gereja.
Dari Suamimu Yang Setia Menunggumu Di luar Setiap Minggu.

Rabu, 02 Juli 2014

Maaf, Ini Soal Hati..

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 10.20 0 komentar
Selamat larut malam,

Aku masih terjaga di dini hari ini. Mungkin karena efek Frappucinno Oreo yang aku teguk beberapa jam yang lalu selepas sholat tarawih tadi. Aku lupa, kalau Frappucinno itu ternyata nama lain dari salah satu jenis Kopi. Iya, intinya Kopi yang dibuat sedemikian rupa tapi tetap saja minuman bernama keren itu adalah segelas Kopi.

Bodoh yah, padahal aku sudah tau betul kalau lambungku ini sangat sensitif dengan semua hal bernama KOPI. Mengapa tetap saja aku meneguknya ? Jadilah aku di sini malam ini, dengan mata segar dan perut agak mual memikirkan tentang sebuah Pertemuan. Apakah pertemuan itu hanyalah sebuah kebetulan ?

Benar, aku sedang memikirkan tentang pertemuan kita :) dan aku selalu percaya bahwa pertemuan itu bukanlah sebuah kebetulan. Karena entah dengan keajaiban apa, Tuhan menyebabkan kita saling berkenalan. Aku akui, perkenalan kita pada awalnya biasa saja, aku malah menganggapmu pria iseng yang memang sering menebar pesona kepada banyak wanita. Namun, meskipun begitu aku tetap saja mau meladeni setiap chat yang kau kirim ke akun sosialku. Aku juga tidak mengerti kenapa, apa karena sebelumnya aku sudah merasakan ada getar yang berbeda saat pertama kali melihat kamu berdiri di ujung pintu kantor sore itu. Ah..entahlah.

Aku juga masih gamang dan tak tau arti tatapanmu setiap kali kau menatap mataku dan menceritakan semua kisah-kisahmu. Aku hanya berusaha mendengarkan dengan baik. Aku benar-benar tak tau hal ini dinamakan apa., kita memang berkenalan belum terlalu lama, namun rasanya aku selalu ingin di dekatmu juga berada di sampingmu.

Aku berjalan melalui hari tidak seperti biasanya setelah bertemu denganmu. Aku berubah menjadi seorang wanita yang selalu melihat ke layar handphone hanya untuk mencari keberadaan pesanmu di sana. Padahal sebelumnya memegang handphone saja aku malas. Oh, jangan bilang aku mulai menaruh rasa padamu. Secepat inikah ?

Dalam keadaan sering kehilangan kamu, aku selalu mempertanyakan apa yang Tuhan mau. Aku melihatmu sebagai sesosok pria seiman yang tangguh, dewasa, menyenangkan, humoris juga pendengar yang baik. Kamulah pria yang selama ini kehadirannya selalu kutunggu. 

Aku menatap matamu, kemudian aku menyadari betapa semua ini bisa saja berakhir jika kau bosan. Setiap kali melihat matamu, setiap kali mengingat perkenalan kita yang nampaknya hanya persinggahan buatmu, rasanya aku semakin merasa kecut. Aku ingin sekali menangis dan air mata ini belum tentu kau pahami.

Rasanya aku ingin memberhentikan pencarianku padamu. Rasanya aku ingin hubungan kita bisa lebih lama dari yang kubayangkan dan kutakutkan. Rasanya aku ingin berkata padamu, bahwa aku menunggumu tak lagi menjadikanku perlarian, aku menunggumu tak lagi menjadikanku tempat persinggahan. Aku menunggumu menjadikanku tujuan, menjadi tempat kau selalu pulang, menjadi peluk tempat kau meletakkan tangis. 

Untuk tuan sang pengembara, maukah kau mengenalkanku pada ibumu ?
Maukah kau kuperkenalkan pada ibuku ? 
Maukah kau berhenti menyembunyikanku dari sorotan mata dunia ?
Ku harap kau bukan sekedar Frappucinno yang ternyata segelas Kopi yang tak boleh kuteguk.

dari perempuan,
yang selalu mendengar ini darimu:
"Semangat Cha.."

Selasa, 01 Juli 2014

Di Penghujung Sore..

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 03.16 1 komentar
Sore kali ini, langit begitu teduh. Senja memerah di ufuk barat..
Sore kali ini, langit terlihat indah dimataku. Garis-garis magenta terbias di antara langit jingga yang berpadu biru..
Disini aku terpaku, di penghujung sore menatap matahari terbenam dalam diamku.


Sungguh benar jika dikatakan hidup hanya terpaku soal sabar dan bersyukur.
Bersabar dalam setiap ujian, cobaan dan setiap liku dera kehidupan. Lalu bersyukur dan merasa cukup atas semua anugerah kebaikan yang Tuhan berikan. 
Tapi terkadang Tuhan menginginkan kebalikannya, suatu saat dalam hidupmu kau benar harus mampu bersyukur untuk setiap cobaan dan ujian yang Tuhan berikan. Dan kau pun benar-benar harus belajar bersabar untuk segala anugerah kebaikan dan bahagia yang Tuhan berikan. Sebab, boleh jadi setiap kebahagiaan yang kau terima adalah cobaan yang melenakan. Membuatmu lupa untuk siap siaga saat kebahagian itu sewaktu-waktu menghilang.

Seperti halnya Cinta...
Suatu kali cinta melenakan. Memesona dengan segala kebahagiaan yang ditawarkan. Menyuntikkan semangat ke aliran darah hingga kau merasa antusias atas setiap hal yang kau lakukan. Membuat harimu menjadi berwarna, seperti berdiri pada sebuah taman hijau maha luas di mana setiap sudutnya dihiasi bunga-bunga, kupu-kupu, dan pelangi. Tapi cinta —suatu kali — menjadi sedemikian menjengkelkan. Membuat wajahmu memasang seringai murung. Mengubah harimu menjadi panjang dengan sunyi dan kesepian. Seperti masuk ke lubang pengap bernama keputusasaan, saat cinta yang kau jaga begitu saja meninggalkanmu dan hilang.

Aku tak mengerti mengapa cinta bisa merupa buah simalakama. Saat dimakan membuat ibu mati, bila dibiarkan membuat ayah mati. Apa yang akan kau pilih ? Buatku, cinta adalah sekumpulan paradoks yang membingungkan. Maka meskipun menyakitkan, cinta tetaplah membahagiakan. Biarkan saja cinta memaknai dirinya sendiri. Seorang ksatria yang tangguh pantang mundur saat panji-panji sudah dikibarkan. Tak mungkin kembali ke belakang, sebab jembatan-jembatan sudah terbakar. Pilihan terbaik adalah terus berjalan.

Maka, jika pada akhirnya cinta membuatmu merasa ditinggalkan dan kehilangan, tetaplah berdiri dengan gagah bersama ketulusan dan kerelaan.  Tapi, kau tak perlu cemas, kan? Jika hanya berfokus pada cinta yang menyakitkan, bagaimana bisa bahagia? Fokus saja pada hal yang membahagiakan, hingga pada apapun yang kau lakukan untuk memaknai cinta, kau akan tetap merasa bahagia. Jangan lupa persiapkan sabar dan syukur saat menjaga cinta yang kau punya, agar kau memiliki kerelaan dan ketulusan untuk memaknai cinta tanpa rengekan.
Lalu, bagaimana cara kau memaknai cinta?
Apa cinta benar-benar harus memiliki?
Jika iya, bagaimana caraku memilikimu?

Salam,
Icha.

Senin, 09 Juni 2014

Untuk Hati Yang Diam

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 09.25 0 komentar


Untuk hati yang diam,
Apa kau tau aku sedang apa? 
Aku sedang marah karena kau tidak juga hilang dalam ingatan.

Untuk hati yang diam,
Apa kau tau aku sedang apa? 
Aku sedang sibuk menyusun sendiri puntung kenangan yg dulu kita pungut berdua.

Untuk hati yang diam,
Apa kau tau aku sedang apa? 
Aku sedang mengukir semua indah ataupun buruk kenangan kita dalam ingatan.

Untuk hati yang diam,
Apa kamu tau aku sedang apa? 
Aku sedang lapar, karena kita tak lagi saling menyuapi rindu yg sama-sama kita biarkan beku.

Untuk hati yang diam,
Apa kau tau aku sedang apa? 
Aku sedang membungkus air mata agar kelak saat mengenangmu aku bisa tersenyum tanpa menangis.

Untuk hati yang diam,
Apa kau tau aku sedang apa?
Aku sedang berperang dengan lelah yang selalu menuntut saat aku menunggu dan merindumu.

Untuk hati yang diam,
Mataku terpaku melihatmu, lidahku kelu seolah beku, tubuhku kaku dalam laku.
Semua itu saat kita bertemu..

Kita tak akan pernah tau, karena kita tak saling rindu.
Dan kau tak akan pernah tau, karena hanya aku yang merindu-mu.

Minggu, 25 Mei 2014

Lagu Kenangan

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 04.21 0 komentar
Malam ini saya lagi asyik dengerin lagu sambil blog walker dan berusaha nyari ide buat nulis apa di blog saya ini. But well, akhirnya inspirasi itu muncul waktu lagi dengerin lagu-lagu lawas jaman saya masih sekolah dulu, SD, SMP, dan SMA. hehehe ~

playlist winamp saya nih :p
Menurut saya sih kekuatan sebuah musik bener-bener hebat. Karena musik itu bagi saya seperti penanda waktu, begitu dengerin lagu lagu tertentu alias lagu kenangan saya, otak ini secara otomatis flashback ke moment-moment tertentu lengkap dengan suasananya :)

Saya emang hobi banget dengerin musik, plus nyanyi nyanyi dengan suara yang agak sumbang, hihi. Dulu waktu jaman SD aja saya sudah suka banget dengerin lagu-lagu barat meski nggak tau arti lagunya opo. Jadi sekarang kalau denger lagunya Groove Coverage yang God is a girl pasti saya langsung teringat jaman SD yang masih ingusan terus main tamagochi di warung bulek Gado-gado (FYI: Sampe sekarang buleknya masih jualan gado-gado di tempat yang sama).

Terus jaman SMP bisa tuh setiap hari saya muter lagunya MCR sama SIMPLE PLAN satu album non-stop di walkman saya yang udah hits banget waktu itu. Hahaha. Dan kalau jaman SD SMP saya pecinta lagu barat yang pop rock gitu. Jaman SMA saya agak melow kalau dengerin lagunya Drive - Melepasmu, dan lagunya Ungu Ft. Pasha - Terlanjur Cinta, jadi teringat mantan kekasih. Hihihi. But, Jaman SMA mah saya Parahoy banget alias Fans berat Paramore loh, xixixi.

Keren yah, cuman dengerin lagu kita jadi bisa terbawa ke masa lalu, seolah masuk mesin waktu. Kalau kalian ada nggak lagu kenangan yang bikin ingat moment-moment tertentu ? :) share yah


Sabtu, 03 Mei 2014

Salju :)

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 04.02 0 komentar
Bagaimana bentuk salju ?
Apa benar dia seperti kapas putih yang jatuh dari langit ?
Bagaimana bentuk salju ? 
Apa benar partikel salju seperti kristal berbentuk segi enam yang indah bentuknya jika dilihat dengan perbesaran beberapa kali ?

Ah..Aku memang belum pernah melihat salju. Aku kan tinggal di negara tropis yang hanya punya 2 musim. Hujan dan Kemarau.
Ah..Aku memang belum menjelajah dunia bagian lain, yang punya 4 musim dan sudah pasti akan ada salju yang mampir di sana.

Lucu yah, betapa aku sangat ingin merasakan salju meleleh di tanganku. 
Lucu yah, betapa aku sangat ingin merasakan hangatnya tanganmu saat salju itu meleleh di tanganku.

PS : Ignore this post. realize how much i miss you.

Sabtu, 19 April 2014

Tuhan Milik Siapa..?

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 17.48 1 komentar
Assalamualaykum wr.wb sahabat,
Di hari minggu pagi yang hujan ini, saya berkesempatan untuk menulis postingan baru, yang saya sangat terinspirasi menulisnya karena saya sangat mengidolakan tulisan-tulisannya di salah satu buku favorit ayah saya "Sufi Muda"

Tulisan ini merupakan tulisan ulang yang sudah saya rubah dengan bahasa saya sendiri. Semoga bermanfaat bagi kita semua, Amin Allohumma Amin...


Rabu, 16 April 2014

beetwen the raindrops

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 06.55 0 komentar
“Aneh, memang: selalu ada yang membuat terlena dan tak berdaya pada hujan, pada rintik dan aromanya, pada bunyi dan melankolinya, pada caranya yang pelan sekaligus brutal dalam memetik kenangan yang tak diinginkan.”  ― Laksmi Pamuntjak 

Minggu, 30 Maret 2014

SHMILY

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 20.40 0 komentar
Hari ini saya akan menulis sebuah kisah singkat atau bahasa tepatnya re-write tentang salah satu kisah yang pernah saya baca di novel "Chicken Soup For The Soul"
Jangan bilang saya copy-paste yah, karena di sini saya akan menulis kisah tersebut dengan bahasa dan kacamata saya sendiri. Menulis itu masih sebuah proses untuk saya, dan saya pun masih belajar menulis, jadi cara terbaiknya adalah menulis ulang kisah atau cerita yang pernah saya baca. Ibarat penjahit pemula, yang membongkar baju yang sudah jadi untuk kemudian dijahit ulang oleh si penjahit supaya dia cepat memahami bagaimana cara menjahit sebuah baju :)

Well, from here the story began....

Sabtu, 29 Maret 2014

Secangkir Kopi...

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 09.17 0 komentar
"Ku kira memang rindu tak pernah bernama,
 Kesepian adalah bahasanya,
 Dan diam adalah cara kita untuk memahaminya..."

DAMN. I WISH I'D SAID THAT !!! - Favorite PR Quotes

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 06.50 0 komentar
Di era informasi dan teknologi seperti sekarang ini, saya rasa we're pretty good enough dalam menyampaikan suatu informasi dengan bahasa dan kata yang tepat, alias hampir dari sekian banyak orang-orang yang hidup di era teknologi ini mampu mengutarakan informasi dengan gamblang dan gampang. (korelasinya apa yah ? hahaha iyakan aja).

Kamis, 27 Maret 2014

Here We Go Again

Diposting oleh Aisyah Aishaa di 07.30 0 komentar
Sudah hampir beberapa bulan saya hengkang menulis di blog ini.
Agaknya karena kesibukan yang saya jalani dan laptop rusak menjadi hambatan saya untuk aktif beberapa bulan kemarin. But well, sekarang semuanya sudah alhamdulillah oke. :))

 

Aisyah K :) Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos